Wanita Karir dan Ibu Rumah Tangga

Wanita karir, siapa yang tidak ingin menghasilkan uang sendiri atau menjadi mandiri tanpa menggantungkan kebutuhan pada suami? Memang hal ini merupakan hal yang positif yang sah-sah saja dilakukan, tapi bagaimana jika mengganggu rumah tangga kita? Seperti yang kita ketahui, banyak sekali perselisihan yang terjadi antara pasangan rumah tangga hanya karna sang istri memilih untuk menjadi wanita karir. Tidak sedikit pula masalah ini menjadi inti permasalahan yang kemudian berlanjut pada rasa tidak cocok, hubungan yang hambar dan kemudian berlanjut pada perpisahan.

Permasalahannya sederhana. Kemungkinan yang paling besar terjadi adalah saat kita memutuskan untuk menjadi wanita karir, banyak sekali waktu yang hilang untuk keluarga sehingga rumah dan semua hal yang patut dilakukan oleh seorang istri menjadi tidak terkendali. Nah, bagaimana cara menghadapi kondisi yang demikian?

move on

Pertama, berkarir tidak selalu membuat kita harus pulang larut atau menghabiskan waktu banyak di luar rumah. Banyak sekali cara yang dapat kita lakukan untuk berpenghasilan dengan tetap didalam rumah. Contohnya, dengan membangun rumah industri untuk bisnis kecil-kecilan dari kebutuhan pangan sampai kebutuhan sandang bagi ibu rumah tangga

Kedua, libatkan keluarga kita. Tidak ada salahnya dengan membangun usaha bersama keluarga, justru dengan cara ini rumah tangga tidak akan menjadi penghalang dalam menghasilkan uang. Dengan melibatkan keluarga, maka kita tetap memiliki waktu bersama baik disaat senggang atau padat. Komunikasi dengan suami pun menjadi terjaga dan perselisihan dapat terhindari.

Ketiga, manajemen adalah yang kita butuhkan saat kita berurusan dengan karir dan juga rumah tangga. Dengan demikian, kita dapat mencoba mengatur jadwal berkumpul dengan keluarga. Misalnya, aturlah waktu setidaknya saat akhir pekan untuk diluangkan bersama keluarga. Cara ini menjadi cara yang paling mudah, khususnya bagi kita yang memiliki usaha sendiri karena dapat lebih mudah mengatur waktu untuk melakukan piknik atau menghabiskan waktu di rumah dengan berkumpul bersama.

Terakhir, pahamilah bahwa keluarga merupakan kekayaan utama yang kita miliki, karena keluarga adalah tempat kita kembali dan tetap menyambut kita dalam keadaan apapun. Terlebih suami merupakan sosok imam yang bertanggung jawab dalam memimpin kita saat rumah tangga. Rasanya tidak adil jika harus kehilangan keluarga apalagi demi karir yang kita inginkan. Seperti yang kita ketahui, karir ataupun obsesi memiliki permulaan dan juga akhir yang kita bahkan tidak tahu. Bisa saja singkat atau bahkan berubah drastis dan tidak lagi menguntungkan. Namun untuk seorang imam dan keluarga, mereka adalah tim yang paling tepat dalam membantu mengembangkan bisnis kita. Nah, jika sudah begini kenapa tidak mencoba usaha tanpa harus meninggalkan rumah? Sebagai wanita karir kitapun dapat menjalani karir tanpa harus memiliki resiko kehilangan waktu untuk keluarga kita.

 

Subscribe

Berlangganan gratis, masukan e-mail anda, "submit." cek e-mail, klik link konfirmasi. Mari berbagi :)

No Responses

Leave a Reply


+ five = 8