Merumuskan Masalah dalam Penelitian

Semua proses penelitian harus berangkat dari masalah yang akan dipecahkan. Merumuskan masalah yang baik dalam langkah penelitian bukanlah hak yang mudah, termasuk para peneliti yang sudah berpengalaman sekalipun. Padahal, apabila dicermati, masalah itu selalu ada di lingkungan sekeliling kita. Semua sisi kehidupan mencakup masalah. Permasalahan yang berada di lingkungan sekitar kita. Namun keterbatasan kemampuan peneliti dalam mengidentifikasi berbagai persoalan yang harus dipecahkan, harus menjadi pertimbangan.

Merumuskan masalah merupakan hulu dari penelitian, dan merupakan langkah awal yang penting sekaligus sebagai pekerjaan yang sulit dalam penelitian ilmiah, dan agar peneliti maupun siapa yang melihat hasil penelitian tidak bingung.

Masalah timbul biasanya disebabkan oleh variable tantangan, kesangsian atau kebingungan terhadap suatu hal, makna ganda, halangan dan rintangan, gap antar kegiatan. Jika masalah mewakili salah satu dari hal tersebut, kemudian ada keinginan untuk memecahkan masalah tersebut, maka hal tersebut harus dirumuskan dengan baik.

Ilustrasi

Ilustrasi

Dilihat dari sisi konten rumusan masalah, maka setiap masalah yang akan diteliti haruslah memiliki klasifikasi baik, klasifikasi baik dalam rumusan masalah akan berdampak pada hasil penelitian nantinya. Ada tiga ciri masalah yang baik, yaitu Pertama: Masalah harus memiliki nilai penelitian. Di antara masalah yang memiliki nilai penelitian yaitu merupakan hal penting, dapat diuji, dapat dinyatakan dalam bentuk pertanyaan, original, dan setidaknya memiliki dua variable yang bisa dibandingkan.

Kedua: masalah yang akan diteliti harus memiliki unsur kelayakan. Artinya data serta metode untuk memecahkan masalah itu harus tersedia, ada kemampuan untuk memecahkan masalah itu, ada waktu, dan tidak bertentangan dengan hukum, dan adat. Ketiga: Masalah harus sesuai dengan kualifikasi peneliti. Kualifikasi yang dimaksud mencakup, ada ketertarikan peneliti, sesuai dengan latar peneliti

Setelah peneliti mengidentifikasi masalah yang akan diteliti, langkah berikutnya adalah merumuskan masalah. Perumusan masalah merupakan titik tolak bagi perumusan hipotesis pada langkah selanjutnya, dan dari rumusan masalah dapat dihasilkan topik penelitian, atau bahkan judul penelitian.

Syarat merumuskan masalah yang penting untuk diperhatikan, yaitu; dirumuskan dalam bentuk pertanyaan, harus jelas dan padat, berisi implikasi adanya data untuk memecahkan masalah, menjadi dasar dalam merumuskan hipotesis, dan menjadi dasar judul penelitian. Masalah yang dirumuskan dan menghasilkan rumusan masalah itulah yang biasanya tertuang dalam BAB I pendahuluan, dengan mengungkapkan terlebih dahulu alasan kenapa hal tersebut dianggap sebagai masalah.

Semoga bermanfaat

Subscribe

Berlangganan gratis, masukan e-mail anda, "submit." cek e-mail, klik link konfirmasi. Mari berbagi :)

4 Responses

  1. Mengetahui Paradigma dalam PenelitianNovember 12, 2013 at 2:18 pmReply

    […] Merumuskan Masalah dalam Penelitian […]

  2. Langkah Umum dalam Proses PenelitianNovember 12, 2013 at 2:20 pmReply

    […] Merumuskan Masalah dalam Penelitian […]

  3. Memahami Hipotesis dalam PenelitianNovember 12, 2013 at 2:23 pmReply

    […] Merumuskan Masalah dalam Penelitian […]

  4. Memahami Karakter Orang Bugis, Maka Pilihlah!February 2, 2014 at 7:13 amReply

    […] orang salah kaprah dengan orang bugis yang katanya suka mencari masalah. Bisa jadi jika itu adalah oknum. Tapi dengan melihat karakter orang bugis ini, maka orang bugis […]

Leave a Reply


six × = 54