Melihat Catur dari Sisi Filosofis

Melihat Catur dari Sisi FilosofisReviewed by Mushlihinon.This Is Article AboutMelihat Catur dari Sisi FilosofisOlahraga yang paling membutuhkan kekuatan berpikir dibanding kekuatan fisik adalah catur. Setelah melakukan langkah pembukaan (opening) maka alternatif terbaik langkah selanjutnya adalah tak terhingga. Selain sebagai olahraga otak, catur juga memiliki seabrek landasan filosofis. Filosofi catur menginspirasi beberapa penulis buku untuk menulis tentang hal itu. Mengenai filosofi catur, kebanyakan buku lebih cenderung membahas pergerakan bidak [...]

Olahraga yang paling membutuhkan kekuatan berpikir dibanding kekuatan fisik adalah catur. Setelah melakukan langkah pembukaan (opening) maka alternatif terbaik langkah selanjutnya adalah tak terhingga. Selain sebagai olahraga otak, catur juga memiliki seabrek landasan filosofis. Filosofi catur menginspirasi beberapa penulis buku untuk menulis tentang hal itu. Mengenai filosofi catur, kebanyakan buku lebih cenderung membahas pergerakan bidak catur, dan fenomenologinya.

Sebuah tulisan mengenai filosofi catur yang menekankan fenomenologi catur mengatakan; “catur dan metafisik, tidak saja menjalankan dari adanya pergerakan bidak. Pilihan dari sebuah pergerakan bidak memiliki peluang tak terhingga. Orang-orang yang tertarik dengan metafisik mungkin tidak memberikan keistimewaan pun tentang catur dan orang tertarik dalam catur mungkin akan tunduk menjilat pada suara metafisik.”

Kalimat filosofis di atas mungkin sulit dipahami, namun untuk lebih mendekati pemahaman itu sebelum melihat celoteh saya, sebuah ungkapan Arab dari Rubaiyat Omar Khayyam terkait permainan catur, berbunyi:

Semua saling mengintai di siang dan malam

Memainkan potongan orang untuk menetukan sebuah takdir

Ke sana ke mari dan bergerak, berpasangan, dan dibunuh,

Dan salah satu meletakkan kembali dalam satu lemari

Dalam celoteh ini, sedikit uraian filosofi catur dengan menggunakan permainan catur sebagai landasan penjabaran yang ada kaitan dengan pandangan tokoh filosofi Nietzsche, Hegel dan Heidegger dalam pendekatan materialis mereka, akan terkait dengan dua ungkapan di atas.

Jika boleh mengibaratkan, papan catur sebagai model dari dunia, petak hitam dan putih adalah fenomena alam semesta, aturan permainan kita sebut sebagai hukum-hukum alam, pemain kita simbolkan dengan X saja.

Apa yang dapat dijabarkan dari dunia kecil (papan catur) ini; hitam dan putih petak papan catur adalah kebenaran dan ketidakbenaran, semua jelas, ada hitam dan ada putih. Masa depan yang ingin diraih dari sebuah kemenangan adalah pertarungan memperebutkan posisi (entah hitam atau putih), memindahkan atas nama keputusan, yang hitam akan mengatakan dirinya memutuskan yang benar, dan yang putih juga demikian.

Dalam filsafat materialis Heidegger, catur dapat digunakan sebagai suatu kiasan untuk dunia. Pemain mencerminkan dirinya dalam sebuah desain aturan, bergerak atas satu tujuan, kekuasaan. Kekuasaan dengan meraup bidak lawan. Dalam materialis, papan catur adalah kekuasaan. Dalam permainan, terkadang bidak kita terkunci, tidak bisa bergerak, dan kita menjadi kecewa. Dalam kehidupan kita terkadang terjebak dalam suatu keadaan, terperangkap, tiada pembelaan kecuali satu harapan, faktor X.

filosofi catur

Semua bidak catur memiliki nilai matematis. Nilai bidak adalah salah satu. Peluncur dan kuda umumnya dihargai tiga; Benteng (Rook) lima, dan Ratu sepuluh. Perbedaan antara Peluncur dan kuda yang sama bernilai tiga adalah kemampuan kombinasi peluncur yang bisa membunuh raja, dan tidak bagi kuda.

Ini adalah dasar filosofi catur jika melihat dari kualitas bidak. Semua pemain harus menghitung nilai matematis yang tersisa pada papan catur. Begitu pula dengan kehidupan. Setiap inch kemampuan memiliki nilai. Jika seorang menemukan nilai dari kemampuannya, maka dia akan mudah menghitung lebih akurat untuk mencapai stiap inch keinginannya. Dan dengan melihat permainan catur pula, nilai dari kemampuan bidak tetap saja ditentukan oleh faktor X.

Subscribe

Berlangganan gratis, masukan e-mail anda, "submit." cek e-mail, klik link konfirmasi. Mari berbagi :)

No Responses

Leave a Reply


− 8 = one