Kriteria Wanita Shalihah menurut al-Quran

Kehidupan wanita di sepanjang sejarah peradaban manusia banyak diwarnai dengan penindasan dan penganiayaan. Namun di sisi lain, wanita dipandang sebagai maha dewi yang dipuji, tetapi untuk memuaskan hawa nafsu semata. Pandangan ini walaupun kelihatannya baik, namun sama rendahnya dengan pandangan yang menghinakan.

Keadaan bangsa Arab sebelum kedatangan Islam pun sangat memprihatinkan dipandang dari sisi moralnya, walaupun dari sisi perekonomiannya mereka terkenal sudah maju karena kelihaian mereka dalam perniagaan. Perilaku hidup mereka sudah tidak mengindahkan lagi nilai-nilai kemanusiaan. Jaman jahiliyah, wanita bagaikan barang warisan bagi seorang lelaki pemiliknya. Ia dapat diwariskan begitu saja kepada saudara sang pemilik yang meninggal dunia. Namun setelah kedatangan Islam, wanita kemudian dimuliakan dan diangkat derajatnya sebagaimana mestinya

Realitas dalam kehidupan pada zaman ini, justru berbanding terbalik. Atas nama emansipasi, wanita menunjukan kebebasan dan cenderung tanpa batas. Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua wanita dikatakan shalihah, oleh karena itu untuk menyebut seorang wanita itu shalihah diperlukan beberapa kriteria.030520121283

Jika berdasarkan al-Quran, kriteria wanita shalihah secara umum, dibagi menjadi dua, yaitu taat dan menjaga kehormatan. Taat ialah tunduk kepada Allah dalam menjalankan segala perintah-Nya, menjalankan hak-hak dalam rumah tangga. Ddan patuh terhadap kepemimpinan suami yang memang telah diciptakan untuknya, dalam memelihara rahasia suami istri dan rumah tangga yang tidak boleh diketahui oleh siapapun selain mereka berdua. Terhadap istri-istri semacam ini suami tidak perlu mendidik mereka.

Dalam ayat 34 surah An-Nisa telah disebutkan bahwa kriteria wanita shalihah. Untuk lebih jelasnya, penulis akan memaparkan sifat-sifat tersebut dalam uraian berikut.

Qanitat

Kata qanitat merupakan bentuk jamak dari kata qanit, yang berarti yang merendahkan diri kepada Allah, yang taat, dan yang tunduk.

Terlepas dari konteks peraturan bersuami istri dalam ayat, qanit merupakan salah satu sifat di antara sifat-sifat yang dimiliki oleh seorang mukmin. Setelah orang itu beriman, maka tingkatan selanjutnya adalah melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-nya atau bisa disebut taat. Dan orang yang teguh dan tetap dalam ketaatan disebut qanit.

Salah satu ciri pembeda yang paling menonjol dari wanita muslimah adalah kedalaman keimanannya kepada Allah dan keyakinannya yang tulus bahwa apapun yang terjadi di alam raya ini dan takdir apapun yang meni mpa manusia hanya terjadi karena kehendak dan ketentuan Allah swt. Apapun yang menimpa seorang manusia tidak bisa dihindari dan apapun yang tidak terjadi pada manusia tidak bisa dipaksa terjadi.

Hafidzat lil Ghaib

Hafidzat lil Ghaib, artinya wanita-wanita yang memelihara diri di belakang suaminya. Larangan bagi kaum wanita untuk menyebarkan rahasia-rahasia suami istri. Demikian pula wajib memelihara harta kaum lelaki dan hal-hal yang berhubungan dengan itu dari kehilangan.

Taat kepada Allah

Taat kepada Allah berarti patuh dan tunduk kepada semua aturan Allah dalam menjalani kehidupan ini, termasuk aturan hidup bersuami istri. Ciri ini merupakan pangkal atau induk dari ciri-ciri yang lain. Taat kepada Allah secara spesifik dapat diartikan mematuhi atau menjalankan perintah Allah kaitannya dengan ibadah agama. Seorang wanita dikatakan shalihah diantaranya bisa menjaga hubungannya dengan Khaliq yakni melaksanakan kewajibannya seperti sholat, puasa, zakat, dan sebagainya.

Taat kepada Suami

Taat kepada suami maksudnya mendahulukan segala perintahnya daripada keperluan diri sendiri atau lainnya. Namun perlu diperhatikan bahwa taat kepada suami bukanlah taat yang buta akan agama. Taat berart menurut perintah yang benar dan baik serta tidak berlawanan dengan perintah agama. Apabila suami memberikan suatu hal yang bertentangan dengan agama, maka tidak wajib bagi istri untuk memenuhinya bahkan ia harus menghindari perintah tersebut.

Menjaga Kehormatan

Menjaga kehormatan ada beberapa macam, yaitu menjaga kehormatan diri sendiri ketika suami tidak ada di rumah, menjaga diri dari segala noda dan kecemaran termasuk memelihara harta suami. Inti dari menjaga kehormatan teietak pada kesadaran seorang wanita akan harga dirinya sebagai manusia yang dalam kontek ini sebagai istri. Sadar akan harga diri berarti pula meninggalkan hal-hal yang tidak patut dilakukan, misalnya tidak menutup aurat sebagai mana mesti nya.

Bersifat Amanah

Wanita yang shalihah tentunya menjauhi sifat khianat. Apabila suaminya sedang tidak berada di sisinya, ia tetap menjalankan kewajibannya dengan baik yakni menjaga diri dan harta suaminya walaupun sepi dari pengawasan suami. Juga dapat menjaga rahasia-rahasia kehidupan rumah tangga antara ia dan suaminya. Sikap memelihara yang ada pada dirinya tidak pernah luntur baik dalam keadaan suaminya hadir atau tidak. Dalam menjalankan tugasnya, ia semata-mata hanyalah mencari ridho Allah.

Bagaiman dengan anda saudariku… J

Subscribe

Berlangganan gratis, masukan e-mail anda, "submit." cek e-mail, klik link konfirmasi. Mari berbagi :)

No Responses

Leave a Reply